Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Dalam era globalisasi saat ini, pariwisata telah menjadi salah satu industri andalan utama dalam menghasilkan devisa di berbagai negara. Pariwisata sebagai industri andalan utama karena merupakan katalisator dalam pembangunan nasional, seperti: infrastruktur, transportasi, serta usaha barang dan jasa lainnya yang secara bersama-sama dalam memenuhi kebutuhan wisata. Pariwisata dapat digolongkan sebagai kegiatan industri, karena mencakup berbagai kegiatan yang bersifat produktif dan bernilai ekonomi. Sebagai penghasil devisa negara, industri pariwisata sangat berperan dalam berbagai kegiatan yang dapat menghasilkan ekonomi negara dan meningkatkan ekonomi masyarakat yang cukup signifikan, diantaranya seperti: pajak pendapatan daerah, memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. Pitana dan Gayatri mengemukakan bahwa dengan pentingnya peranan pariwisata dalam pembangunan ekonomi di berbagai negara, maka pariwisata sering disebut sebagai passport to development, new kind of sugar, tool for regional development, invisible export, non-polluting industry, dan sebagainya.


Kebudayaan adalah esensi kehidupan bangsa. Mengenal kebudayaan bangsa berarti mengenal aspirasinya dalam segala aspek kehidupannya sedangkan pariwisata adalah keseluruhan gerakan manusia yang melakukan perjalanan atau pesinggahan sementara dari tempat tinggalnya ke suatu atau beberapa tempat tujuan di luar lingkungan tempat tinggalnya yang didorong oleh beberapa keperluan atau motif tanpa bermaksud mencari nafkah tetap. Oleh karena itu masalah kebudayaan dan pariwisata menjadi sangat menarik, terutama dalam era globalisasi yang telah memasuki seluruh penjuru dunia dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan komunikasi. Bukan negara-negara yang berkembang dengan budaya etnisnya yang menonjol, tetapi juga negara-negara maju pun menghadapi tantangan-tantangan baru, meskipun integrasi nasional mereka sudah mantap. Mereka mencari jalan keluar untuk mengatasi ekses-ekses negatifnya. Gobalisasi merupakan gejala yang tidak dapat dihindarkan, tetapi sekaligus juga membuka kesempatan yang luas. Gejala ini mulai menonjol sejak awal abad ke-20 dan mengakibatkan banyak hilangnya keaslian watak dan kemandirian budaya bangsa-bangsa. Globalisasi disebabkan oleh kemajuan-kemajuan Iptek, terutama di bidang teknologi komunikasi yang membawa dunia saling berdekatan dan mudah berkomunikasi melalui berbagai media. Yang paling berpengaruh adalah perkembangan dari dunia pertelevisian. Bali sebagai bagian dari Indonesia, pulau yang kecil tapi amat terkenal di dunia, berkat kebudayaanya melalui komunikasi pariwisata, tak dapat menjauhkan diri dari arus globalisasi ini. Bahkan kelihatannya Bali makin intensif berhubungan dengan perkembangan dunia kepariwisataan yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi komunikasi itu sendiri. Masalahnya sekarang apa yang harus dilaksanakan untuk menghadapi tantangan di bidang kebudayaan dan pariwisata Bali sehubungan dengan terjadinya globalisasi tersebut?. Persoalan menyangkut kepariwisataan sampai kapanpun selalu menarik dibicarakan. Menarik, mengingat, disadari atau tidak, pariwisata akan hadir selamanya, selama manusia hadir dimuka bumi ini. Tak seorangpun penghuni planet bumi yang berjuluk manusia ini luput dari kegiatan yang namanya wisata, rilek atau santai. Kita sisadari atau tidak dalam hidup ini pasti pernah menjadi turis atau paling tidak menjadi pelancong. Dengan demikian berarti kegiatan wisata bukan semata monopoli orang kaya apalagi orang kulit putih atau kulit kuning. Sementara masyarakat masih menganggap bahwa pariwisata adalah semata-mata bisnis atau urusan mereka yang berkecimpung pada bidang pariwisata seperti hotel, biri perjalanan, restaurant atau atraksi wisata. Mereka lupa dengan hadirnya pariwisata pembangunan menjadi semakin pesat mengingat pariwisata mendatangkan pemasukan cukup besar kepada daerah maupun negara. Mereka lupa bahwa pariwisata memungkinkan adanya pembukaan lapangan pejkerjaan baru dalam jumlah yang cukup besar.

Bali mengembangkan Pariwisata Budaya, karena kebudayaan merupakan paling potensial bagi kehidupan masyarakatnya, berakar sangat mendalam dalam sejarahnya dan mempunyai peradaban tua dan ini dapat dikembalikan sejarahnya pada permulaan tahun masehi dan tersebar secara meluas, Modal dasar adalah kebudayaan berfungsi secara normatif dan operasional. Sebagai normatif peranan kebudayaan diharapkan mampu dan potensial dalam memberikan identitas, pegangan dasar, pola pengendalian, sehingga keseimbangan dan ketahana budaya juga diharapkan mampu menjadi daya tarik utama bagi peningkatan pariwisata. Ini memberi petunjuk betapa pentingnya peranan kebudayaan bagi pengembangan pariwisata. Jadi bukan berarti kebudayaan untuk pariwisata tetapi sebaliknya pariwisata untuk kebudayaan. Dan kebudayaan disini bukan hanya berfungsi untjk dinikmati, tetapi juga sebagai media untuk membawa saluing pengertian dan hormat menghormati.Daya tarik Bali adalah dengan kebudayaannya yang unik dan merakyat. Kehidupan kebudayaannya adalah menyatunya agama, kebudayaan, adat yang harmonis, cipta, rasa dan karsa sebagai unsur budi daya manusia menonjol mengambil bentuk keagamaan, estetika dan etika (seni budaya, solidaritas, gotong royong rasa kebersamaan). Pelaksanaan upacara-upacara keagamaan mewariskan potensi ketrampilan dalam seni budaya dan disiplin rohani tekun bekerja dan taat pada norma-norma kehidupan masyarakat.Bali telah mulai menginjak dunia kepariwisataan mulai tahun 1927 sampai sekarang dan telah menjadi pusat pariwisata yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 61% lebih tertarik pada kebudayaan dan 32,8% pada keindahan pemandangan alam flora dan fauna dan sisanya 5,37% pada hal-hal lain.Dalam peningkatan pariwisata, beberapa elemen kebudayaan dan peristiwa kebudayaan telah berperan antara lain :
Dalam wujud yang lebih abstrak, suatu sistem nilai dari kebudayaan dapat dipakai sebagai pola penataan ruang taman atau model suatu bentuk management.Melalui aspek kebudayaan fisik, aspek kebudayaan prilaku dan kebudayaan ideal, simbol dan makna kebudayaan dapat terkomunikasikan kepada pariwisata dan dapat menmberi citra yang mendalam sebagai daya tarik saling menumbuhkan pengertian akan kehidupan kebudayaan suatu bangsa. Juga melalui industri kerajinan sebagai tanda mata, berbagai motif/desain kerajinan dan kreativitas di bidang kerajinan pada masyarakat Bali pada dasarnya bersumber dan mendapat inspirasi dari kebudayaan. Akhir-akhir ini perkembangan kreativitas dari masyarakat yang meningkat dalam berbagai bentuk kerajinan maka nama Bali sebagai daerah pariwisata lebih meningkat lagi.Kelihatan potensi budaya Bali dalam menghadapi perkembangan kebutuhan akan berbagai kerajinan seni makin meningkat dan sumber budayanya sebagai tak pernah kering. Landasan budaya dalam kehidupan masyarakat yang sosial religius di Bali tetap mantap sehingga kontak-kontak kebudayaan dan pariwisata pada saling menunjang dalam peningkatannya dan dalam pembinaannya. Demikian juga telah mampu meningkatkan kreativitas serta memperkaya diri sebagai hasil dari adopsi, adaptasi yang selektif dan kreatif. Keadaan ini terutama ditunjang oleh pengembangan pariwisata didukung oleh kebijaksanaan pemerintah dan juga oleh masyarakat serta disamping berhasil meningkatkan kreativitas pendapatan masyarakat, juga meningkatkan kreativitasnya dan dorongan bermunculan industri – industri rakyat. Dinamika budaya mampu mengembangkan dirinya sehingga modernitas dan tradisi menyatu dalam tiap tahap memberi stabilitas yang mantap dan juga meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri serta membuatnya gairah.Dengan demikian kebudayaan akan terus berkembang sbagai akibat kemajuan-kemajuan masyarakat itu sendiri, menuju masyarakat yang modern, tanpa kehilangan dirinya (berkelanjutan dalam perobahan). Pengembangan kebudayaan memang dibutuhkan oleh masyarakat sedangakan pariwisata memberi dukungan terhadap pengembangan kebudayaan dan mendorong munculnya kreativitas pada masyarakat Bali. Munculnya kreativitas telah mendorong pengembangan kebudayaan. Pengembangan kebudayaan melalui penggalian-penggalian kebudayaan itu sendiri menimbulkan pemahaman dan kesadaran akan kebudayaan menumbuhkan keyakinan akan kemampuan diri sendiri dan sadar berbudaya.Pola kehidupan yang menyatu (integrated) yaitu keagamaan, seni budaya adat maka harus ke arah komersialisasi akan kecil dan selalu akan dapat diatasi sendiri. Dan dalam perkembangan seni tampak jelas adanya dua arah dan dua pola secara bersama-sama yaitu pola kesinian untuk pariwisata dan pola kesenian untuk kehidupan masyarakat dan ini lebih besar perkembangannya. Dalam kehidupan masyarakat Baliseni tidak dapat dipisah-pisahkan dan merupakan bagian dari hidupnya dan perlu terus mendapat pembinaan. Pembinaan diarahkan di mana masyarakat swadiri agar mampu mendukung kehidupan senimannya secara material. Bila ini sudah dapat dicapai maka kedudukan sosial budaya masyarakat akan makin kuat dalam menghadapi globalisasi.Dinamika kehidupan kebudayaan yang bersifat progressif, kemudian diantisipasi secara positif oleh kebijaksanaan pemerintah daerah yang menyelenggarakan Pesta Kesenian Bali secara kontinue setiap tahun sejak tahun 1979. Dalam Pesta Kesenian yang tiap tahun berlangsung selama satu bulan itu berbagai produk kebudayaan dipamerkan berbagai aktifitas kebudayaan diragakan dan berbagai kreativitas dilombakan. Pelaksanaan Pesta Kesenian Bali yang berlangsung di tengah-tengah arus meningkatnya tahun telah memberikan makna pada kehidupan kebudayaan sendiri baik keluar maupun ke dalam. Tujuan utamanya ialah menggali semua potensi traidis seni budaya untuk dikembangkan agar dapat memenuhi stabilitas pada tiap-tiap perkembangaanya.
Dalam beberapa hal telah mencapai tujuannya. Pertama semua masyarakat telah mengenal kekayaan seni budayanya sendiri yang tiap-tiap tahun dipamerkan melalui prosesi, pergelaran dan pameran-pameran. Pariwisata dapat menyaksikan pertunjukan-pertunjukan seni yang bermutu pada waktu pesta seni berlangsung. Yang jarang mereka akan dapat melihatnya dalam kesempatan biasa dan demikian juga merupakan media komunikasi melalui seni yang sangat berharga. Dan masyarakat sendiri mendapat kesempatan menyaksikan seninya sebagaimana yang dikehendaki, isinya, ceritanya dan sebagainya, bahkan dalam bentuk yang cukup memberi rasa kebanggaan pada mereka. Masyarakat dapat melihat keberadaan seninya sendiri dalam dunia yang makin terbuka dan makin lebar.Dalam hubungannya dengan Pariwisata dapat dikatakan bahwa antara pariwisata dan kebudayaan telah berkembang satu pola interaksi yang bersifat dinamik dan dinamika itu ternyata tidak hanya bergerak secara horisontal tetapi juga vertikal, dalam arti kebudayaan mampu meningkatkan Pariwisata dan Pariwisata mampu meningkatkan Kebudayaan serta dalam dinamika vertikal dalam kebudayaan secara jelas kentara potensi kebudayaan Bali dalam wujud yang luwes, adaptatif dan kreatif tanpa kehilangan identitasnya sendiri.

Sebagai pusat pariwisata yang membuat kebudayaan Bali harus selalu mengalami pertemuan-pertemuan dengan berbagai kebudayaan, maka pembinaan kebudayaan lokal harus dilakukan secara terus menerus. Yang lebih penting, jangan sampai ada gejala masyarakat Bali diasingkan dari lingkungan kebudayaannya sendiri. Karena hal ini akan dapat membawa akibat buruk , seperti misalnya terjadi erosi kebudayaan yang dipaksa oleh kemiskinan penduduknya. Tiap-tiap program pembangunan hendaknya selalu berkaitan dengan potensi dasar yang dimiliki oleh masyarakat Bali, yakni kebudayaan yang bernapaskan agama Hindu. Dan mengembangkan dinamika masyarakat daerah ini sangat efektif kalau dilakukan lewat lembaga-lembaga tradisional, sehingga mereka mampu dengan cepat menyesuaikan nilai-nilai baru yang hendak dikambangkan dalam menyongsong era globalisasi.

Opening a restaurant requires juggling many moving parts and can feel like a difficult undertaking. But the procedure is a more manageable feat when broken down. If you’re curious about how to open a restaurant, we’ve created an 11-step guide to navigate you through the process.

When starting a restaurant, it’s important to have a clear concept and brand. Your restaurant concept includes the service style of your restaurant, the food you serve, and the ambiance of your restaurant. This goes hand-in-hand with your brand, which forms your restaurant’s identity, personality, and mission. Your brand is the intangible force behind your restaurant concept, and your restaurant concept is kind of like your brand in action.
Based on your brand and concept, your dining room should emanate a specific atmosphere and communicate who you are. This creates a memorable and meaningful experience for people who will want to come back. Choosing a unique and functional concept that targets a certain demographic is among the most important factors in creating your concept and brand.

Are you a brightly lit, fast-casual spot that is outfitted in modern artwork with a mobile point of sale system? Or are you an upscale Mediterranean restaurant adorned with plants and flowers on the walls? Are you a dimly lit bar with a killer whiskey list and frequent live jazz? The energy, word choices, and attentiveness of your staff will also communicate what your restaurant is about.
Before you open your restaurant, you’ll want to establish some basic food items that your menu will feature. Deciding what will be on your menu is important when figuring out the equipment you need, the staff you will hire, and the crowd you hope to draw.

At this point, your menu does not need to be completely designed nor do your recipes need to be completely fleshed out, unless your whole concept singles out certain item(s), like a pizza place. However, you should have a solid idea of the fare you will serve at your eatery. Later in the process of opening your restaurant, you should engineer your menu to increase profits and continually update your menu as you gain information about which food items sell well and which do not.
Having a thorough business plan is essential when reaching out to investors and applying for restaurant loans to start your restaurant. It will also help you develop your strategy and flesh out the feasibility of your restaurant’s details. Below are the main components of a restaurant business plan.
Estimate the total startup costs you will need to get your restaurant started and the amount needed to keep your restaurant functioning on a day-to-day basis. You should then create a budget and predict the next year to know how much you will need to stay in business.
After this, assess how much money you have available to use as startup funding, and determine how much more you will need. Remember to include the costs of any licenses you need. Consider applying for restaurant loans to obtain funding to cover your restaurant’s costs.

When choosing a location for your new restaurant, the following features are among the most important: Visibility and accessibility. Select a spot that can be seen by those driving or walking by. You should also look for an area that gets plenty of passersby on foot or in cars. In addition, consider if there is parking and ease of access by foot or car. The demographics. Ensure the target market of your restaurant matches the demographics of the area. Labor costs and minimum wage. It’s important to ensure that the labor costs of an area don’t cut into your profits. You will also want to have an idea of what employees might expect to make based on the location. The competition of the area. Some nearby competition can help with marketing. But it’s wise to have enough of a distance that you can still guarantee a solid pool of customers who won’t be easily drawn to another similar place.
When it comes to choosing a space, we recommend leasing. It allows you more flexibility in the case that you decide to expand or have other businesses issues or changes when first starting out.
To open a new restaurant, you’ll need to obtain several federal, state, and local permits and licenses. It can be worthwhile to have legal counsel when filing for restaurant permits and licenses to make sure you complete every necessary step.
A constant, reliable source of equipment and ingredients at reasonable prices must be established and maintained to ensure restaurant success. A wholesale restaurant supplier, like us, can help you find many of your needs in one place. We specialize in high-quality restaurant equipment and have a full time customer service team who are experts on our products.

When starting a restaurant, you’ll want to put careful thought into how you can organize your entire layout to meet the goals set forth in your menu and theme. Your primary goal should be to create a systematic flow from front-of-house to back, from the receiving hostess all the way back to the kitchen. Once your basic layout is established, you can design and decorate your dining room.
One major step of opening a restaurant is hiring staff to carry out the operation of your restaurant every day. Consider all roles that need to be filled at your particular restaurant before hiring staff. This may include human resources management and supervisors, food and beverage purchasing, receiving and storing products, food preparation, foodservice, food cleaning and dishwashing, marketing and sales, public relations, accounting and auditing, and bar services.
For both front- and back-of-house staff, look for candidates with prior experience and a supreme ability to multitask and to work quickly and efficiently. All employees should work well with others and be able to stay calm under pressure. Front-of-house staff in particular should exude exceptional social skills.
hough the list will vary based on the unique needs of your restaurant business, there are a few fundamental positions you will likely need to fill when opening your restaurant: Executive chef, General manager, Sous chef, Prep cooks, Servers, Bartenders , Hosts , Food runners and bussers, Dishwasher.
Advertising is critical for various reasons. First and foremost, prospective customers should be able to find basic information about your restaurant. Secondly, they should feel enthused to try out your new eatery. Below are some tips to create excitement around your restaurant:
You’ve heard the old adage “Practice makes perfect.” The same goes for restaurant openings. Consider hosting a soft opening for a limited number of people before opening your restaurant’s doors to the public. This “test run” strategy allows you to hone in on specific meal times to see where your staff could be more efficient. From private parties for friends and family to sneak peeks open to the public, there are several soft launch strategies. Here are a few popular ones:
Di revolusi industri 4.0 ini dapat membawa banyak perubahan meskipun memiliki berbagai resiko di belakangnya, namun industri ini akan semakin kompak, mudah dan lebih efisien. Tetapi dengan adanya ini sumber daya manusia harus benar – benar bersaing dengan mesin ataupun robot, meskipun terkadang harus saling berdampingan agar seimbang pesan yang tersampaikan.
Pada sektor Pariwisata, akan berhubungan erat dengan perekonomian masyarakat. Singkat cerita hal ini bisa terjadi karena masyarakat yang sebelumnya memiliki pesona wisata di daerahnya namun karena kurangnya teknologi pendukung dalam mensosialisasikannya, destinasi wisata tersebut tidak di lirik oleh pengelola jasa pariwisata, seperti Travel Agent dan Guide Local. Namun semenjak dikenalnya teknologi, wisatawan yang berada di luar daerah atau benua pun dapat mengakses dan melihat pesona indah yang di tawarkan suatu daerah tersebut. Kemudian daerah tersebut dapat mulai bekerja sama dengan Travel Agent atau Guide Local untuk menelusuri indahnya pesona wisata tersebut. Kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat.

Pada sisi pembangunan pun turut terkena imbasnya. Dengan banyaknya wisatawan yang berdatangan, membuat daerah tersebut mau tidak mau harus membangun sarana prasarana yang memadai bagi wisatawan yang berkunjung. Hal ini dapat meningkatkan minat wisatawan yang datang berkunjung dan dapat menjadi rekomendasi destinasi.
Berbagai cara untuk memaksimalkan industri 4.0, tentu saja sumber daya manusia nya harus ikut berpartisipasi. Seperti beberapa aspek dalam pariwisata juga harus di perhatikan. Yang pertama tentunya agar destinasi wisata dapat menjadi perhatian haruslah memiliki ciri khas tersendiri dibanding dengan destinasi – destinasi wisata lainnya. Seperti, cinderamata khusus yang dapat dibuat di lokasi wisata tersebut, ataupun kebudayaannya. Tentu saja wisatawan pasti tertarik dengan kebudayaan atau ciri khas dari suatu daerah yang tidak dapat mereka temui di destinasi wisata negaranya. Yang kedua adalah Fasilitasnya, dalam menjalankan Industri 4.0 ini merupakan hal penting dalam menunjang berjalannya revolusi ini, tentu saja hal ini cukup diperhatikan oleh wisatawan jika berkunjung pada destinasi wisata. Wisatawan pun ingin agar saat berwisata keinginannya terpenuhi. Adanya Restoran, atraksi wisata ataupun tempat bersantai dengan pemandangan di daerah wisata merupakan poin penting baik itu bagi pengelola maupun wisatawan. Dalam hal ini pengelola dapat diuntungkan dan wisatawan pun dimanjakan dengan adanya fasilitas tersebut. Dengan adanya Hotel disekitar daerah wisata dapat juga membantu perekonomian warga sekitar, dan tentunya wisatawan akan jadi lebih lama tinggal, tentunya harus di tunjang dengan hal yang dapat membuat wisatawan untuk menikmati daerah wisata tersebut dalam jangka waktu yang lama. Dan yang terakhir adalah tempat perbelanjaan buah tangan, terlebih lagi jika buah tangan itu dibuat oleh masyarakat sekitar. Dengan daya tarik tersebut wisatawan akan mengeluarkan cukup banyak uang di daerah wisata tersebut. Kemudian Infrastruktur, hal ini merupakan suatu bagian penting yang tak terlepaskan dari pariwisata. Infrastruktur yang baik akan menceriminkan bahwa daerah wisata tersebut memang diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini mendukung proses perekonomian di daerah wisata yang dapat mensejahterakan masyarakat sekitar. Terakhir adalah Transportasi. Informasi tentang transportasi merupakan hal yang penting di Industri 4.0 bagi Pariwisata. Dengan adanya infomasi yang jelas, memungkinkan wisatawan dengan mudah melihat jarak ke daerah wisata tersebut. Apalagi jika pemerintah mendukung, dengan mengadakan seatle bus yang dapat mengantar wisatawan ke daerah wisatawan, sehingga wisatawan tak perlu cemas pada pungutan liar dalam transportasi. Wisatawan pun akan menjadi nyaman.

Untuk lebih memaksimalkan Industri 4.0, sepatutnya pemerintah daerah mendukung daerah wisata. Dengan mengadakan lomba-lomba atau acara kebudayaan, kemudian pemerintah daerah mengekspos dalam media sosial sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Apalagi jika acara kebudayaan tersebut rutin dilaksanakan tiap tahunnya.
Industri 4.0 di Indonesia akan menarik investasi luar negeri maupun domestik di Indonesia, karena industri di Indonesia lebih produktif dan sanggup bersaing dengan negara-negara lain, serta berusaha semakin baik yang disertai dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam mengadopsi teknologi. Revolusi mental juga harus dijalankan, mulai dari mengubah mindset negatif dan ketakutan terhadap industri 4.0 yang akan mengurangi lapangan pekerjaan atau paradigma bahwa teknologi itu sulit.
Kita harus berusaha untuk terus-menerus meningkatkan kemampuan belajar, ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan era industri 4.0, sehingga kita akan mempunyai daya saing yang lebih kuat. Kita tentu berharap industri 4.0 tetap dalam kendali. Harus tercipta kesadaran bersama baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, bahwa perubahan besar dalam industri 4.0 adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari.
Dengan segala potensi yang ada kita harus menjadi pelaku aktif yang mendapat manfaat atas perubahan besar itu. Tantangan ke depan adalah meningkatkan skill tenaga kerja di Indonesia, mengingat 70% angkatan kerja adalah lulusan SMP. Pendidikan sekolah vokasi menjadi suatu keharusan agar tenaga kerja bisa langsung terserap ke industri.
Harapannya tingkat inovasi Indonesia yang saat ini berada diperingkat 87 dunia bisa terus meningkat sehingga lebih kompetitif di era transisi teknologi saat ini. Kesimpulannya revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru peluang makin luas terbuka bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Hallo semuanya, di blog ini saya akan membahas tentnag era digital bagi generasi milenial.
Globalisasi merupakan perkembangan zaman secara menyeluruh dari berbagai aspek. Revolusi dari zaman ke zaman hingga ke tahap peradaban manusia seperti sekarang ini, adalah salah satu keberhasilan ilmu pengetahuan yang mengubah dunia. Tahapan demi tahapan teknologi terlalui sehingga menuju ke teknologi modern atau yang sering kita kenal dengan teknologi digital.
Globalisasi yang menggunakan teknologi tenaga kuda, tenaga uap, tenaga angin dan tenaga air. Tahapan ini disebut tahapan globalisasi.

Selanjutnya tahapan kedua menggunakan teknologi mesin, karena pada masa tersebut atau tepatnya pada abad ke 18 lahirnya revolusi industri dan dinamakan dengan tahapan revolusi

Pengaruh selanjutnya yang sering kita dapati adalah sebagai media penyebar konten negatif dan fitnah. Media digital yang serba instan dan cepat dapat membawa informasi secepat hitungan detik tanpa melewati tahap penyaringan.Seluruh informasi dapat disebarkan secara mentah dan dapat dibaca oleh semua orang. Sehingga ujung-ujungnya yang berkonten hoax dan negatif diserap seluruhnya oleh pengguna media. Apabila terserap oleh pengguna media yang kurang bijaksana maka akan menjadi fitnah dan merugikan orang lain yang akhirnya melahirkan tindakan kriminal. Lebih lanjut, apabila gambar dan video yang berkonten negatif menjadi tontonan bagi anak-anak, maka akan membunuh mental dan masa depan anak.

Apa yang harus generasi millenial lakukan?
Tepat dalam memilih media, cerdas dalam mencari informasi, dan cermat membagikan informasi. Gunakan media digital untuk mengenal orang lebih banyak dan untuk mengetahui dunia lebih luas. Zaman sudah membuka mata untuk melihat yang terhalang tembok besar, zaman sudah membuka telinga untuk mendengar yang terhalang gelombang udara. Era digital disiapkan untuk generasi millenial. Generasi yang mampu menembus jarak dan waktu.
TRIMAKASI
NICO
TENGGER
NO 23
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.