DAMPAK INDUSTRI 4.0 TERHADAP PARIWISATA

Di revolusi industri 4.0 ini dapat membawa banyak perubahan meskipun memiliki berbagai resiko di belakangnya, namun industri ini akan semakin kompak, mudah dan lebih efisien. Tetapi dengan adanya ini sumber daya manusia harus benar – benar bersaing dengan mesin ataupun robot, meskipun terkadang harus saling berdampingan agar seimbang pesan yang tersampaikan.

Pada sektor Pariwisata, akan berhubungan erat dengan perekonomian masyarakat. Singkat cerita hal ini bisa terjadi karena masyarakat yang sebelumnya memiliki pesona wisata di daerahnya namun karena kurangnya teknologi pendukung dalam mensosialisasikannya, destinasi wisata tersebut tidak di lirik oleh pengelola jasa pariwisata, seperti Travel Agent dan Guide Local. Namun semenjak dikenalnya teknologi, wisatawan yang berada di luar daerah atau benua pun dapat mengakses dan melihat pesona indah yang di tawarkan suatu daerah tersebut. Kemudian daerah tersebut dapat mulai bekerja sama dengan Travel Agent atau Guide Local untuk menelusuri indahnya pesona wisata tersebut. Kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat.

Pada sisi pembangunan pun turut terkena imbasnya. Dengan banyaknya wisatawan yang berdatangan, membuat daerah tersebut mau tidak mau harus membangun sarana prasarana yang memadai bagi wisatawan yang berkunjung. Hal ini dapat meningkatkan minat wisatawan yang datang berkunjung dan dapat menjadi rekomendasi destinasi.

Berbagai cara untuk memaksimalkan industri 4.0, tentu saja sumber daya manusia nya harus ikut berpartisipasi. Seperti beberapa aspek dalam pariwisata juga harus di perhatikan. Yang pertama tentunya agar destinasi wisata dapat menjadi perhatian haruslah memiliki ciri khas tersendiri dibanding dengan destinasi – destinasi wisata lainnya. Seperti, cinderamata khusus yang dapat dibuat di lokasi wisata tersebut, ataupun kebudayaannya. Tentu saja wisatawan pasti tertarik dengan kebudayaan atau ciri khas dari suatu daerah yang tidak dapat mereka temui di destinasi wisata negaranya. Yang kedua adalah Fasilitasnya, dalam menjalankan Industri 4.0 ini merupakan hal penting dalam menunjang berjalannya revolusi ini, tentu saja hal ini cukup diperhatikan oleh wisatawan jika berkunjung pada destinasi wisata. Wisatawan pun ingin agar saat berwisata keinginannya terpenuhi. Adanya Restoran, atraksi wisata ataupun tempat bersantai dengan pemandangan di daerah wisata merupakan poin penting baik itu bagi pengelola maupun wisatawan. Dalam hal ini pengelola dapat diuntungkan dan wisatawan pun dimanjakan dengan adanya fasilitas tersebut. Dengan adanya Hotel disekitar daerah wisata dapat juga membantu perekonomian warga sekitar, dan tentunya wisatawan akan jadi lebih lama tinggal, tentunya harus di tunjang dengan hal yang dapat membuat wisatawan untuk menikmati daerah wisata tersebut dalam jangka waktu yang lama. Dan yang terakhir adalah tempat perbelanjaan buah tangan, terlebih lagi jika buah tangan itu dibuat oleh masyarakat sekitar. Dengan daya tarik tersebut wisatawan akan mengeluarkan cukup banyak uang di daerah wisata tersebut. Kemudian Infrastruktur, hal ini merupakan suatu bagian penting yang tak terlepaskan dari pariwisata. Infrastruktur yang baik akan menceriminkan bahwa daerah wisata tersebut memang diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini mendukung proses perekonomian di daerah wisata yang dapat mensejahterakan masyarakat sekitar. Terakhir adalah Transportasi. Informasi tentang transportasi merupakan hal yang penting di Industri 4.0 bagi Pariwisata. Dengan adanya infomasi yang jelas, memungkinkan wisatawan dengan mudah melihat jarak ke daerah wisata tersebut. Apalagi jika pemerintah mendukung, dengan mengadakan seatle bus yang dapat mengantar wisatawan ke daerah wisatawan, sehingga wisatawan tak perlu cemas pada pungutan liar dalam transportasi. Wisatawan pun akan menjadi nyaman.

Untuk lebih memaksimalkan Industri 4.0, sepatutnya pemerintah daerah mendukung daerah wisata. Dengan mengadakan lomba-lomba atau acara kebudayaan, kemudian pemerintah daerah mengekspos dalam media sosial sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Apalagi jika acara kebudayaan tersebut rutin dilaksanakan tiap tahunnya.

Industri 4.0 di Indonesia akan menarik investasi luar negeri maupun domestik di Indonesia, karena industri di Indonesia lebih produktif dan sanggup bersaing dengan negara-negara lain, serta berusaha semakin baik yang disertai dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja Indonesia dalam mengadopsi teknologi. Revolusi mental juga harus dijalankan, mulai dari mengubah mindset negatif dan ketakutan terhadap industri 4.0 yang akan mengurangi lapangan pekerjaan atau paradigma bahwa teknologi itu sulit.

Kita harus berusaha untuk terus-menerus meningkatkan kemampuan belajar, ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan era industri 4.0, sehingga kita akan mempunyai daya saing yang lebih kuat. Kita tentu berharap industri 4.0 tetap dalam kendali. Harus tercipta kesadaran bersama baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, bahwa perubahan besar dalam industri 4.0 adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari.

Dengan segala potensi yang ada kita harus menjadi pelaku aktif yang mendapat manfaat atas perubahan besar itu. Tantangan ke depan adalah meningkatkan skill tenaga kerja di Indonesia, mengingat 70% angkatan kerja adalah lulusan SMP. Pendidikan sekolah vokasi menjadi suatu keharusan agar tenaga kerja bisa langsung terserap ke industri.

Harapannya tingkat inovasi Indonesia yang saat ini berada diperingkat 87 dunia bisa terus meningkat sehingga lebih kompetitif di era transisi teknologi saat ini. Kesimpulannya revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru peluang makin luas terbuka bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started